Cara Budidaya Kacang Hijau/Kacang Tanah/Kedelai ala KP2M
2 menit baca

Berikut adalah cara budidaya kacang hijau/kacang tanah/kedelai :
Benih dan Varietas
- Semua varietas kacang hijau yang sudah dilepas cocok ditanam di lahan sawah atau tegalan.
- Varietas baru yang tahan penyakit embun tepung dan bercak daun seperti Sriti, Kutilang, Perkutut, dan Murai direkomendasikan untuk daerah endemik penyakit tersebut.
- Dibutuhkan sekitar 20 kg benih per hektar dengan tingkat daya tumbuh minimal 90%.
Penyiapan Lahan
- Sawah bekas padi: Tanpa olah tanah (TOT) cukup efektif. Potong pendek tunggul padi, bersihkan atau pinggirkan secukupnya. Jika lahan becek, buat saluran drainase setiap 3-5 meter.
- Tegalan atau bekas tanaman palawija: Lakukan pengolahan dengan membajak sedalam 15-20 cm, haluskan dan ratakan tanah, serta buat saluran drainase berjarak 3-5 meter.
- Tambahkan pupuk kandang atau kohe ayam (idealnya 4 ton/ha untuk lahan yang belum pernah memakai pupuk organik, atau 2 ton/ha untuk lahan yang telah menggunakan pupuk organik sebelumnya).
- Lakukan pengkocoran TRICHODERMA dan ROTAN/QRR yang telah diaktifkan (1 liter masing-masing dengan campuran 200 liter air) agar tanah siap dalam 5-7 hari.
Cara Tanam
- Gunakan sistem tugal, dua biji per lubang tanam.
- Pada musim hujan, jarak tanam sebaiknya 40 cm x 15 cm untuk populasi 300-400 ribu tanaman per hektar.
- Pada musim kemarau, gunakan jarak tanam 40 cm x 10 cm untuk populasi sekitar 400-500 ribu tanaman per hektar.
- Pada tanah bekas padi, penanaman kacang maksimal lima hari setelah padi panen.
- Lakukan penyulaman pada usia maksimal 7 hari.
- Untuk lahan yang belum pernah ditanami kacang hijau, rendam benih dengan PGPR murni/QRR yang telah diaktifkan selama 2-4 jam sebelum ditanam.
Pemupukan
- Pada lahan yang kurang subur, aplikasikan POC Vegetatif 200 ml/tangki pada satu minggu setelah tanam.
- Aplikasikan kembali POC Vegetatif pada hari ke-25.
- Pada hari ke-35, tambahkan POC Generatif dengan dosis yang sama 200 ml/tangki, dan lakukan hal yang sama pada hari ke-45.
Mulsa Jerami
Penggunaan mulsa jerami padi sebanyak 5 ton/ha dianjurkan untuk menekan pertumbuhan gulma, mengurangi serangan hama lalat bibit, dan mengurangi penguapan air.
Penyiangan
Penyiangan dilakukan dua kali pada saat tanaman berumur 2 dan 4 minggu.
Pengairan
- Di wilayah panas (suhu 30-31°C) dengan kelembaban rendah (52-54%), pengairan dua kali pada umur 21 dan 33 hari sangat diperlukan.
- Di daerah dengan suhu sedang (24-26°C) dan kelembaban tinggi (77-82%), satu kali pengairan pada umur 21 atau 38 hari sudah cukup.
- Periode kritis kebutuhan air kacang hijau adalah pada fase berbunga (umur 25 hari) dan pengisian polong (45-50 hari). Pada fase ini, kekurangan air harus dihindari.
Pengendalian Hama
- Hama utama pada kacang hijau meliputi lalat kacang, ulat jengkal, kepik hijau, kepik coklat, penggerek polong, dan kutu Thrips.
- Pengendalian dapat dilakukan dengan penyemprotan campuran ROMA, bawang putih, cabai rawit merah, dan tembakau dosis 150 ml per tangki, setiap minggu sejak hari kelima setelah tanam.
Pengendalian Penyakit
- Penyakit utama mencakup bercak daun, busuk batang, embun tepung, dan puru akar.
- Lakukan penyemprotan Trichoderma atau Glio dengan dosis 10 ml per tangki setiap dua minggu sejak hari ke-10 setelah tanam.
Semoga bermanfaat!
Panduan terkait
SOP TanamanBudidaya Kacang Kedelai ala KP2M
Budidaya kedelai pola KP2M: rendam benih ROMA lalu ROTAN/QRR dan PGPR, pemeraman, olah lahan, jarak tanam, pemupukan organik, dan panen.
SOP TanamanCara Membuat Racun Tikus Organik dari Singkong
Umpan tikus dari singkong lama berwarna kebiruan yang direbus dengan air kelapa; cara membuat, meletakkan umpan, dan catatan keamanannya.
SOP TanamanCara Mengatasi Virus Gemini
Ramuan antivirus gemini ala Ayah Manjel: ROMA ditambah daun bunga pukul empat, bayam duri, bunga pagoda, dan eceng gondok; takaran, cara blender-saring, dan jadwal semprot.
