Lewati ke konten

Cara Budidaya Tomat Organik ala KP2M

3 menit baca

Cara Budidaya Tomat Organik ala KP2M

Berikut adalah cara budidaya tomat organik berdasarkan panduan yang diberikan:

Persiapan Awal

  1. Benih Tomat Unggul: Pilih benih yang sehat dan berkualitas.
  2. Pupuk Organik/Pupuk Kandang: Dosis 3-4 ton/Ha, sebaiknya gunakan pupuk kandang ayam broiler.
  3. Trichoderma: Sebagai agen hayati untuk melawan patogen tanah.
  4. ROTAN/QRR yang telah diaktifkan, POC Vegetatif, POC Generatif: Digunakan untuk pemupukan organik pada fase vegetatif dan generatif.
  5. Pestisida Organik (ROMA): Digunakan untuk mengendalikan hama dan penyakit.
  6. PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria): Meningkatkan pertumbuhan tanaman melalui mikroba yang menguntungkan.

Langkah Budidaya Tomat Organik

1. Pengolahan Lahan

  • Buat bedengan lebar 1 meter, panjang disesuaikan dengan lahan.
  • Tambahkan pupuk kandang ayam broiler sebanyak 1 karung untuk setiap bedengan sepanjang 10 meter.
  • Campur ROMA, bawang putih, tomat rawit merah, dan tembakau (1 liter + 10 liter air), aduk dengan pupuk kandang dan biarkan selama 1-2 hari.
  • Campurkan ROTAN/QRR yang telah diaktifkan (1 liter), PGPR (1 liter), Trichoderma (1 liter), gula (1 kg), dan air (200 liter). Kocor ke bedengan hingga basah.
  • Tutup bedengan dengan mulsa, biarkan selama 2 minggu tanpa memberi lubang.
  • Setelah 2 minggu: Buat lubang tanam dengan jarak 40x40 cm tiap baris, dan jarak antar baris 50 cm.

2. Pembenihan

  • Rendam Benih Tomat:
  • Rendam benih dalam air hangat selama 3-5 menit, tiriskan.
  • Rendam dalam ROMA selama 10-15 menit, tiriskan.
  • Rendam benih dalam campuran ROTAN/QRR yang telah diaktifkan dan PGPR selama 12 jam.

3. Penyemaian

  • Campur tanah bawah bambu dan pupuk kandang, kocor dengan ROMA++ dan biarkan selama 1-2 hari.
  • Hari Ketiga: Semprot/kocor dengan campuran ROTAN/QRR yang telah diaktifkan, PGPR, dan Trichoderma, biarkan selama 1 minggu.
  • Tanam Benih: Masukkan tanah ke tempat penyemaian dan tanam benih (1 biji per tempat). Siram dengan ROTAN/QRR yang telah diaktifkan (10 ml/liter air) dan tutup dengan mulsa atau terpal hingga daun pertama muncul.
  • Pemindahan ke Lahan: Setelah berdaun lima (± 2 minggu), pindahkan benih ke lahan yang sudah disiapkan.

4. Pemupukan dan Perawatan

  • Saat Tanam: Kocor dengan POC Vegetatif (1 liter + 200 liter air) ke tiap lubang tanam, cukup asal basah.
  • Umur 7 Hari: Semprot dengan ROMA++.
  • Umur 14 Hari: Kocor dengan POC Vegetatif (1 liter), Trichoderma (1 liter), dan air (200 liter).
  • Buang tunas air di bawah cabang pertama dan pangkas tunas setelah tanaman berdaun 8-10.
  • Umur 25 Hari: Kocor dengan ROTAN/QRR yang telah diaktifkan (100 ml), Trichoderma (100 ml), POC Vegetatif (1 liter), gula (½ kg), dan air (200 liter).
  • Masa Bunga: Semprot POC Generatif (1 liter + 150 liter air) setiap minggu sekali, bergantian dengan ROMA++.

5. Pengendalian Hama dan Penyakit

  • Amati gejala hama dan penyakit, segera atasi dengan metode mekanik (buang hama dan daun yang terserang).
  • Pada musim kemarau, siram daun lebih sering untuk mencegah serangan kutu.
  • Semprot dengan ROMA: Campuran bawang putih, tomat rawit merah, dan tembakau untuk pencegahan hama.

Catatan Penting:

  • Pembuatan pupuk organik harus benar-benar matang dan steril, terutama pupuk kandang agar tidak membawa mikroba patogen.
  • Pemberian ROTAN/QRR yang telah diaktifkan atau POC dan ROMA diaplikasikan secara selang-seling setiap minggu.

Dengan pola budidaya ini, hasil panen tomat dapat meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan pola biasa.

Semoga bermanfaat!

Panduan terkait