Lewati ke konten

Cara terkini, diperbarui Januari 2026

Pola Budidaya Cabai

Urutan lengkap budidaya cabai organik dari olah lahan sampai panen: takaran, jadwal hari ke berapa, dan alasan tiap langkah.

Untuk: Cabai merah, keriting, dan rawit di bedengan bermulsa

Ringkasnya

  • Lahan dibersihkan dengan H2O2 dan diisi mikroba QRR21, lalu ditutup mulsa 3 minggu sambil menyemai.
  • Benih direndam ekstrak bawang, disemai, lalu dibuat kebal dengan enzim, mikoriza, dan stres kering singkat.
  • Bibit umur 21 hari ditanam sore hari, dua baris zig-zag berjarak 50 cm, tanpa ajir.
  • Pupuk dikocor dengan interval rapat dan kepekatan tetap: vegetatif 5 hari sekali, generatif 2 hari sekali.
  • Proteksi rutin tiap Senin dan Kamis, pruning dua kali, dan booster agar bunga keluar serempak.
  • Biotonik, booster, enzim, asam amino, dan pupuk bisa dibuat sendiri. Mulai fermentasi jauh hari karena sebagian butuh 3 bulan.

Mulai buat amunisi jauh hari

Sebagian amunisi butuh fermentasi berbulan-bulan. Mulai dari yang paling lama agar semuanya siap tepat saat dibutuhkan.

  1. Enzim gabunganMinimal 3 bulan · dipakai: semai hari ke-3Mulai paling lambatH-108
  2. Asam amino3 bulan · dipakai: setelah stres semaiMulai paling lambatH-97
  3. BiotonikMinimal 3 minggu · dipakai: fase vegetatif, tiap 10 hariMulai paling lambatH-11
  4. Booster bunga dan buahMinimal 3 minggu · dipakai: setelah pruning keduaSiapkan sebelum dipakai
  5. Pupuk vegetatifMinimal 18 hari · dipakai: sehari sebelum tanamMulai paling lambatH-19
  6. Pupuk generatifMinimal 18 hari · dipakai: setelah pruning keduaSiapkan sebelum dipakai
  7. PerekatLangsung pakai · dipakai: setiap semprotanSiapkan sebelum dipakai

Jadwal singkat

H0 adalah hari bibit ditanam di bedengan. H-26 berarti 26 hari sebelum tanam.

  1. H-26Bentuk bedengan, tabur pupuk kandang, kocor H2O2Olah lahan
  2. H-22Rendam benih dalam ekstrak bawang, peramPerlakuan benih
  3. H-21Kocor QRR21, tutup mulsa. Benih masuk media semaiOlah lahan
  4. H-18Semprot enzim tipis ke semaianSemai dan benih kebal
  5. H-14Semprot mikoriza sampai media basahSemai dan benih kebal
  6. Daun 4Stres kering 3 hari, hari ke-4 siram asam aminoSemai dan benih kebal
  7. H-1Kocor tiap lubang tanam ½ gelas pupuk vegetatifTanam
  8. H0Tanam bibit umur 21 hari, sore hariTanam
  9. Tiap 5 hariKocor pupuk vegetatif 200 ml per pohonNutrisi fase vegetatif
  10. Tiap 10 hariSemprot biotonik dengan air rendaman arang sekamAmunisi pendukung
  11. Senin & KamisSemprot ROMA (Senin) dan AJR (Kamis) + perekatProteksi hama, jamur, dan virus
  12. Daun > 4Pruning pertama, sisakan 4 daunPruning
  13. Bunga pertamaPruning kedua, lalu booster 3 kaliPruning
  14. Tiap 2 hariKocor pupuk generatif, pola 3 generatif : 1 vegetatifNutrisi fase generatif

Olah lahan

H-26 sampai H0, bersamaan dengan masa semai

koheH₂O₂QRR21123451. Tabur pupuk kandang2. Kocor H₂O₂3. Diamkan 5 hari4. Kocor QRR215. Tutup mulsa, 3 minggulebar 80 cm20 cm

Lahan dibersihkan dulu dari patogen dan logam berat, lalu diisi mikroba baik. Satu kali olah lahan cukup untuk dua musim tanam.

  1. Bentuk bedengan lebar 80 cm dan tinggi 20 cm, lalu tabur pupuk kandang.
  2. Kocor larutan H2O2 sebasah-basahnya, aduk tanah, lalu kocor lagi.
  3. Diamkan 5 hari.
  4. Kocor QRR21 sampai tanah basah kuyup.
  5. Tutup mulsa dan diamkan 3 minggu. Masa ini dipakai untuk menyemai.
Takaran Olah lahan
Pupuk kandang2 karung per 10 m bedenganJenis bebas, paling bagus kotoran ayam
H2O2 50%1 gelas per 20 liter airDikocor, bukan disemprot
QRR211 botol (500 ml) untuk 1 hektarKembangkan dulu menjadi 10 liter dengan gula dan kentang
Kenapa begini?
  • Dolomit tidak dipakai. Menaikkan pH satu tingkat butuh sekitar 1 ton dolomit per hektar, sedangkan QRR21 yang dikocor sudah cukup memperbaiki tanah.
  • Olah lahan adalah biaya terbesar, karena itu satu kali olah dipakai untuk dua musim.

Perlakuan benih

H-22, sehari sebelum masuk media semai

1 : 10benihyang mengambangdibuang1. Siapkan larutan2. Masukkan benih3. Rendam 5 menit4. Buang yang mengambang5 menitekstrak bawang+ H₂O₂, encer 1:10

Benih dibersihkan dan dibangunkan dengan ekstrak bawang ditambah H2O2. Benih yang tidak bernas akan mengambang dan langsung dibuang.

  1. Blender bawang merah dan bawang putih dengan air kelapa, diamkan 6 jam, lalu saring.
  2. Larutkan H2O2 dalam 500 ml air, lalu campur dengan ½ liter ekstrak bawang sehingga total 1 liter.
  3. Encerkan 1 bagian larutan dengan 10 bagian air. Larutan pekat membakar benih cabai.
  4. Rendam benih 5 menit, lalu tumpahkan sekaligus ke saringan. Buang benih yang tetap mengambang.
  5. Peram benih di tisu lembap sampai titik tumbuhnya terlihat.
Takaran Perlakuan benih
Bawang merah + bawang putih10 + 10 siung
Air kelapa1 literKelapa dibuka saat itu juga
H2O2 50%10 ml dalam 500 ml air
Lama rendam5 menitLebih lama justru memperlambat tumbuh
Kenapa begini?
  • H2O2 saja hanya membersihkan. Ekstrak bawang yang mendongkrak daya tumbuh benih.

Semai dan benih kebal

H-21 sampai H0 (bibit umur 21 hari)

enzimmikorizaamino1. Tabur benih di alur2. Hari 3: semprot enzim3. Hari 7: semprot mikoriza4. Daun 4: stres kering 3 hari5. Siram asam aminobibit 21 hari, siap pindah tanamalur 1 cm, jarak 5 cm

Selama 21 hari di persemaian, bibit dilatih agar kebal penyakit tanah: enzim, lalu mikoriza, lalu stres kering singkat.

  1. Siapkan media steril setebal 4-5 cm. Buat alur sedalam 1 cm tiap 5 cm, letakkan biji berjarak 5 cm, lalu tutup.
  2. Hari ke-3 setelah semai: semprot enzim, kabut tipis.
  3. Hari ke-7: semprot mikoriza sampai media basah.
  4. Saat daun sudah empat: jangan disiram 3 hari sampai bibit setengah layu, belum mati.
  5. Hari ke-4 sesudahnya: siram dengan asam amino sebagai pengganti air.
Takaran Semai dan benih kebal
Media semaiTanah saja, atau tanah : kohe : arang sekam = 4 : 1 : 1Disterilkan dulu, arang sekam bukan sekam mentah
Waktu semprotPagi sebelum jam 9 atau soreJangan saat terik atau hujan
Mikoriza cairDisemprot sampai media basahTakaran per tangki masih kami pastikan
Kenapa begini?
  • Mikoriza yang sudah menginfeksi akar menjadi perisai terhadap bakteri, jamur, dan virus dari tanah. Stres kering memaksa akar mencari air sehingga makin kuat.

Tanam

H0, sore hari

50 cm2 baris zig-zag, tanpa ajirtanam sore

Bibit umur tepat 21 hari, sekitar empat daun, ditanam dua baris zig-zag. Pola ini membuat kocor dan petik lebih mudah.

  1. Sehari sebelum tanam, kocor tiap lubang tanam dengan ½ gelas pupuk vegetatif.
  2. Tanam sore hari. Pegang bibit pada daunnya, bukan batangnya.
  3. Buat dua baris zig-zag: 20 cm dari tepi bedengan, jarak dalam baris 50 cm.
  4. Tidak perlu ajir. Tajuk dua baris akan saling mengait dan menopang.
Takaran Tanam
Umur bibit21 hari, sekitar 4 daun
Jarak tanam50 cm dalam baris, 2 baris zig-zagBedengan 80 cm, 20 cm dari tepi
Pupuk lubang tanam½ gelas pupuk vegetatif per lubangSehari sebelum tanam
Kenapa begini?
  • Pemetik dibayar per kilo. Dengan dua baris, tidak ada baris tengah yang sulit dijangkau.

Nutrisi fase vegetatif

Sejak tanam sampai bunga pertama

200 ml per pohonKocor ke pangkalUlangi tiap 5 hari

Yang dirapatkan adalah interval, bukan dosis. Kepekatan tetap, pemberian lebih sering.

  1. Kocor pupuk vegetatif 200 ml per pohon setiap 5 hari.
  2. Jaga kepekatan larutan di 3.000 ppm. Jangan menaikkan dosis.
  3. Semprot biotonik tiap 10 hari, dilarutkan dengan air rendaman arang sekam.
Takaran Nutrisi fase vegetatif
Pupuk vegetatif200 ml larutan per pohon, tiap 5 hariKepekatan 3.000 ppm
BiotonikSemprot tiap 10 hariPelarut: air rendaman arang sekam
Kenapa begini?
  • Pemupukan seminggu sekali membuat tanaman rentan. Interval 5 hari menjaga pasokan hara tetap stabil tanpa risiko kelebihan dosis.

Nutrisi fase generatif

Setelah pruning kedua (bunga pertama) sampai akhir panen

Bunga mekar di cabangBunga rontok, buah terbentukPupuk generatif tiap 2 hari

Saat berbunga, kebutuhan nutrisi naik dua kali lipat. Interval dirapatkan menjadi 2 hari dan diselingi pupuk vegetatif agar tanaman berumur panjang.

  1. Kocor pupuk generatif setiap 2 hari dengan kepekatan tetap 3.000 ppm.
  2. Pakai pola 3 : 1, yaitu tiga kali generatif lalu satu kali vegetatif, berulang.
  3. Saat musim hujan, tambahkan kocor fermentasi P tunggal dan K tunggal dengan perbandingan 2 : 3.
Takaran Nutrisi fase generatif
Pupuk generatifKocor tiap 2 hariKepekatan 3.000 ppm
Pola umur panjang3 generatif : 1 vegetatif
Musim hujanP tunggal : K tunggal = 2 : 3Mengimbangi nitrogen dari air hujan
Kenapa begini?
  • Tanpa pola 3 : 1, cabai biasanya habis setelah sekitar 5 kali petik.
  • Bunga rontok saat hujan dipicu nitrogen dari air hujan. P dan K tunggal mengimbanginya.

Amunisi pendukung

Sepanjang musim, sesuai jadwal masing-masing

biotonik3 mingguenzim3 bulanbooster3 mingguMasukkan bahanTutup rapatFermentasi

Empat amunisi bisa dibuat sendiri dari bahan dapur dan kebun. Biotonik untuk pertumbuhan, booster untuk bunga, asam amino dan enzim untuk pemulihan.

  1. Biotonik: tiap 10 hari selama fase vegetatif, dilarutkan dengan air rendaman arang sekam.
  2. Booster: 3 kali setelah pruning kedua, lalu diulang saat buah masih hijau.
  3. Asam amino: siraman setelah stres semai, dan hari ke-3 saat pemulihan.
  4. Enzim: hari ke-3 semai, dan hari ke-4 saat pemulihan.
Kenapa begini?
  • Tanpa booster, bunga tidak keluar serempak. Panen jadi tersebar dan biaya petik membengkak.

Proteksi hama, jamur, dan virus

Rutin tiap Senin dan Kamis, ditambah urutan pemulihan saat tanaman sakit

Semprot dari bawah ke atasSSRKJSMROMAAJR

Semprotan rutin mencegah lebih murah daripada mengobati. Semprot dari bawah ke atas, karena kutu bersembunyi di balik daun.

  1. Senin: semprot ROMA. Kamis: semprot AJR. Keduanya selalu dengan perekat.
  2. Semprot dari bawah ke atas dengan sprayer kabut. Lubang mulsa ikut disemprot.
  3. Bila tanaman sudah sakit: hari 1 AJR pagi dan ROMA sore, hari 2 biotonik, hari 3 asam amino, hari 4 enzim. Booster dilarang selama pemulihan.
  4. Bila daun keriting atau menguning karena virus: bereskan kutu dan trips dulu, lalu biotonik, asam amino, booster (bila sudah berbuah), dan enzim, satu per hari. Ulangi tiap 3 hari sampai tiga kali.
Takaran Proteksi hama, jamur, dan virus
Jadwal rutinSenin ROMA, Kamis AJRWajib dengan perekat
PemulihanH1 AJR + ROMA, H2 biotonik, H3 asam amino, H4 enzimPakai air rendaman arang sekam
Kenapa begini?
  • Saat terik, kutu bersembunyi di lubang mulsa dan balik daun. Semprotan kabut dari bawah menjangkau semua lekukan.

Pruning

Dua kali: saat daun lebih dari 4, dan saat bunga pertama muncul

sisakan4 daunPotong pucukTumbuh 2 cabang barusetelah jam 10 pagi

Cabai berbuah di ketiak daun. Jumlah cabang baru sama dengan jumlah daun yang disisakan, jadi pruning menentukan banyaknya buah.

  1. Pruning pertama: saat daun lebih dari 4, potong pucuk dan sisakan 4 daun.
  2. Pruning kedua: saat bunga pertama muncul, buang bunganya dan potong sekitar 1 cm semua ujung pucuk. Hasil paling bagus bila daun sudah lebih dari 20.
  3. Lakukan selalu setelah jam 10 pagi.
  4. Setelah pruning kedua, berikan booster agar bunga keluar serempak.
Takaran Pruning
Pruning pertamaSisakan 4 daun
Pruning keduaBuang bunga pertama, potong ±1 cm semua pucuk
JamSetelah jam 10 pagiPagi hari pucuk rentan jamur dan tunas keriting
Kenapa begini?
  • Pruning sekali menghasilkan sekitar 200-300 bakal buah pertama. Pruning dua kali bisa sekitar 700.

Panen

Petik bertahap selama buah matang

Petik yang merahPetik dari dua sisi bedengan

Dua langkah sebelumnya menentukan hasil panen: booster membuat buah matang serempak, dan pola 3 : 1 membuat tanaman terus berbuah.

  1. Petik dari dua sisi bedengan. Dengan dua baris zig-zag, semua tanaman terjangkau tanpa masuk ke tengah.
  2. Lanjutkan pola 3 generatif : 1 vegetatif selama masa petik.
  3. Ulangi booster saat buah berikutnya masih hijau.
Kenapa begini?
  • Satu kali olah lahan dipakai untuk dua musim. Setelah panen, bedengan dan mulsa bisa langsung dipakai lagi.

Resep amunisi buat sendiri

Semua bahan mudah didapat dari dapur, kebun, dan pasar. Ketuk nama resep untuk membuka bahan dan langkahnya.

Enzim gabunganPemulih tanaman dan pembuka serapan haraHasil 20 liter · Jadi: minimal 3 bulan
Bahan Enzim gabungan
Nanas, pepaya, semangka, mangga, pisang kepok, semuanya mudaMasing-masing 1 kgKulit dan biji ikut dipakai, biji mangga dibuang
Gula aren1 kgDirebus menjadi 10 liter air gula
Garam dapur murni1 onsBukan garam berbumbu
Jagung muda (baby corn)10 buah (±¼ kg)
Air cucian beras segar10 literTanpa air kelapa
  1. Sterilkan semua bahan seperti resep biotonik.
  2. Blender tiap buah satu per satu sampai seperti jus, baru digabung.
  3. Tutup rapat dan fermentasi minimal 3 bulan.
  4. Tiap 6 bulan beri makan gula sebanyak 1/100 volume (100 liter enzim, 1 liter air gula).

Tanda jadi: Bila berbau bangkai, enzim sudah mati.

Cara pakai: 100 ml per tangki 15 liter

Belum sempat membuat? Ada versi siap pakai.

Asam aminoPenguat dan pemulih setelah tanaman stresJadi: 3 bulan
Bahan Asam amino
Sidat, belut, atau lele1 kgBuang jeroan dan tulang
Telur3 bebek, 6 ayam kampung, atau 12 ayam ras
Bawang putih1 ons
Nanas atau pepaya muda1 buah sekepalan (±3 ons)Nanas madu jangan
Air kelapa + air cucian beras1 liter + 1 liter
Gula aren¼ kgDilarutkan dengan 1 gelas air mendidih, didinginkan
  1. Kukus ikan dalam plastik terikat 1 jam. Ambil daging, sumsum, kepala, dan cairannya.
  2. Rendam buah utuh dalam air panas sampai dingin, lalu blender bersama kulitnya.
  3. Blender semua bahan dengan air kelapa dan air cucian beras, tanpa tambahan air.
  4. Masukkan larutan gula, tutup rapat dengan ruang kosong 10%, fermentasi 3 bulan.

Tanda jadi: Bila hasilnya berlapis tiga, dua lapisan bawah berarti menjadi POC.

Cara pakai: 10 ml per tangki

Belum sempat membuat? Ada versi siap pakai.

BiotonikPerangsang akar, batang, dan daunHasil 20 liter · Jadi: minimal 3 minggu
Bahan Biotonik
Kecambah kacang hijau umur 2 hari5 kg
Bayam atau kangkung1 kgDitimbang dengan batangnya
Daun kelor segar¼ kg
Telur bebek3 butirWajib telur bebek
Lidah buaya1 kgBerikut kulitnya
Penyedap rasa (MSG)1 onsAngka ini masih kami pastikan
Air kelapa segarMinimal 10 literPaling lama 1 jam sejak dibuka
Gula aren½ kgDirebus dengan sedikit air
Air matangSampai total 20 liter
  1. Cuci semua bahan, lalu semprot alkohol 70%. Telur cukup dicuci air sabun.
  2. Rebus gula aren dengan sedikit air, dinginkan.
  3. Blender semua bahan dengan air kelapa sampai halus, campurkan, tambah air matang sampai 20 liter.
  4. Tutup rapat dan fermentasi minimal 3 minggu. Jangan memakai QRR atau molase.

Tanda jadi: Wangi, pH 7-9. Bila berbau daun busuk atau pH sekitar 4, berarti gagal.

Cara pakai: 50 ml per tangki 15 liter, semprot kabut

Belum sempat membuat? Ada versi siap pakai.

Pupuk vegetatifNutrisi utama fase pertumbuhan daun dan batangHasil 100 liter · Jadi: minimal 18 hari
Bahan Pupuk vegetatif
Sumber N tunggal (urea dan sejenisnya)5 bagian NContoh kadar 46%: 100 ÷ 46 × 5 ≈ 10,9 kg
Sumber P (mis. SP36)3 bagian P100 ÷ 36 × 3 ≈ 8,3 kg
Sumber K (mis. KCl)2 bagian KKadar 50%: 100 ÷ 50 × 2 = 4 kg
Pupuk mikro lengkap2 kg
Kalsium (Ca) murni2 bagianBukan CaCl
Magnesium (Mg) murni1 bagianBukan MgSO4
Daun kelor + kulit pisang matang1 kg + 1 kg
Air kelapa : air cucian beras60 liter : 40 literAir kelapa jangan kurang dari 60%
Gula1 kg
Mikroba QRR Decomposer yang sudah dikembangkanMinimal 1 gelas (±250 ml)Kembangkan: 500 ml QRR Decomposer + 1 kg gula + 1 kg kentang rebus diblender + 9 liter air
  1. Hitung tiap bahan N, P, dan K dengan rumus: 100 ÷ kadar (%) × jumlah bagian = kg.
  2. Pastikan mikroba QRR Decomposer sudah aktif sebelum sumber N dimasukkan.
  3. Campur semua bahan dalam air kelapa dan air cucian beras, lalu tutup rapat dengan plastik dan karet.
  4. Diamkan minimal 18 hari. Setelah itu buka 1-2 jam, tutup lagi, dan ulangi tiap 18 hari.

Tanda jadi: Angka TDS naik dari satuan ppm ke angka yang sama dalam satuan ppt.

Cara pakai: Kepekatan maksimal 3.000 ppm saat dikocor atau disemprot

Belum sempat membuat? Ada versi siap pakai.

Booster bunga dan buahPenyerempak bunga dan buahHasil 20 liter · Jadi: minimal 3 minggu
Bahan Booster bunga dan buah
Sawo matang atau jambu biji merah matang5 kg atau 15 kg
Bawang putih¼ kg
Telur5 bebek, 10 ayam kampung, atau 20 ayam ras
Susu murni cair atau susu formula1 liter atau 250 gram
Udang hidup, jenis apa saja1 kgBuang kotorannya, kepala ikut dipakai
Penyedap rasa (MSG)25 gramAngka ini masih kami pastikan
Gula aren½ kg
Air10 liter air kelapa + 10 liter air cucian berasAtau 20 liter air cucian beras
  1. Sterilkan bahan seperti resep biotonik. Bersihkan udang selagi masih hidup.
  2. Blender semua bahan sampai halus.
  3. Tutup rapat dan fermentasi minimal 3 minggu.

Cara pakai: Mulai 50 ml per tangki, cabai boleh sampai 100 ml

Belum sempat membuat? Ada versi siap pakai.

Pupuk generatifNutrisi fase bunga dan buahHasil 100 liter · Jadi: minimal 18 hari
Bahan Pupuk generatif
N : P : K1 : 3 : 5 bagianDihitung dengan rumus yang sama seperti pupuk vegetatif
Boron murni1 kgKadar 48%: sekitar 2,1 kg
Air100 liter air cucian berasTanpa air kelapa
Bahan lainSama dengan pupuk vegetatif
  1. Buat seperti pupuk vegetatif, dengan perbandingan N : P : K = 1 : 3 : 5, ditambah boron, dan memakai air cucian beras saja.

Cara pakai: Kepekatan maksimal 3.000 ppm

Belum sempat membuat? Ada versi siap pakai.

PerekatAgar semprotan menempel dan tidak lunturHasil Sekitar 4 liter · Jadi: langsung pakai
Bahan Perekat
Sabun cuci piring cair1 liter
Minyak goreng2 liter
Lidah buaya1 kgAngka ini masih kami pastikan (½ atau 1 kg)
Daun sirih (opsional)41 lembarAgar bisa menembus lapisan lilin daun
  1. Bagi bahan menjadi 4 porsi seimbang.
  2. Blender tiap porsi sampai menjadi busa keputihan.
  3. Uji: semprot ke daun lalu siram air. Bila air langsung lenyap seperti di daun talas, perekat berhasil.
  4. Bila mengendap atau terpisah, aduk lagi sebelum dipakai.

Cara pakai: 50-100 ml per tangki, di setiap semprotan

Belum sempat membuat? Ada versi siap pakai.

Air rendaman arang sekamPelarut biotonik dan semua semprotan pemulihanHasil 1.000 liter · Jadi: 1 jam sampai sehari
Bahan Air rendaman arang sekam
Sekam mentah4 karungDibakar menjadi ±1 karung arang hitam, bukan abu
Air1.000 liter (±5 drum)
  1. Bakar sekam sampai menjadi arang hitam, siram selagi masih hitam.
  2. Masukkan arang ke karung yang dilubangi, lalu rendam dalam air.
  3. Tutup wadah dan jangan sampai terkena hujan.

Cara pakai: Dipakai murni sebagai pengganti air

ROMARamuan pengendali hama
AJRRamuan anti jamur

Yang berubah dari cara sebelumnya

Cara terbaru yang berlaku, kecuali disebut cara lama masih boleh.

  • Pupuk kandang per 10 m bedengan

    Dulu1 karung + TSP 1 kg + KCl 1 kg + boron

    Sekarang2 karung, tanpa pupuk kimia dasar

  • Sterilisasi lahan

    DuluROMA + limbah karbit, lalu QRR + Trichoderma; pH dijaga dengan dolomit

    SekarangH2O2, jeda 5 hari, lalu QRR21. Tanpa dolomit

  • Mulsa didiamkan

    Dulu14 hari

    Sekarang3 minggu, bersamaan dengan masa semai

  • Umur pindah tanam

    DuluSekitar 20 hari

    SekarangTepat 21 hari, sore hari

  • Jarak tanam

    DuluZig-zag pola "balak lima", 30-35 cm, pakai ajir

    Sekarang2 baris zig-zag, 50 cm, tanpa ajir

    Ditinggalkan karena pemeliharaan dan petik lebih sulit.

  • Pruning

    DuluSekali di 22 HST, sisakan 2-4 daun

    SekarangDua kali: sisakan 4 daun, lalu saat bunga pertama

  • Interval pupuk

    DuluSeminggu sekali, dosis dinaikkan bertahap

    SekarangVegetatif 5 hari, generatif 2 hari, kepekatan tetap 3.000 ppm

    Seminggu sekali membuat tanaman rentan.

  • Proteksi rutin

    DuluROMA seminggu sekali, arah atas ke bawah

    SekarangSenin ROMA, Kamis AJR, dari bawah ke atas, sprayer kabut

Yang masih kami pastikan

Bagian berikut akan diperbarui setelah ada hasil uji. Bila ragu, tanyakan ke admin lewat WhatsApp.

  • Volume larutan QRR21 per bedengan. Takaran yang ada adalah 1 botol untuk 1 hektar setelah dikembangkan menjadi 10 liter, berbeda dengan takaran semprot di label botol.
  • Interval booster setelah pruning kedua: 3 hari berturut-turut atau berselang 3 hari.
  • Takaran kocor P dan K tunggal saat musim hujan, serta cara membuat fermentasinya.
  • Umur petik pertama dan perkiraan hasil per pohon untuk pola ini.
  • Takaran mikoriza untuk semai: label botol 50 ml per tangki, sumber lain menyebut 3 tutup.

Pelajari lebih lanjut