Cara terkini, diperbarui Januari 2026
Pola Budidaya Cabai
Urutan lengkap budidaya cabai organik dari olah lahan sampai panen: takaran, jadwal hari ke berapa, dan alasan tiap langkah.
Untuk: Cabai merah, keriting, dan rawit di bedengan bermulsa
Ringkasnya
- Lahan dibersihkan dengan H2O2 dan diisi mikroba QRR21, lalu ditutup mulsa 3 minggu sambil menyemai.
- Benih direndam ekstrak bawang, disemai, lalu dibuat kebal dengan enzim, mikoriza, dan stres kering singkat.
- Bibit umur 21 hari ditanam sore hari, dua baris zig-zag berjarak 50 cm, tanpa ajir.
- Pupuk dikocor dengan interval rapat dan kepekatan tetap: vegetatif 5 hari sekali, generatif 2 hari sekali.
- Proteksi rutin tiap Senin dan Kamis, pruning dua kali, dan booster agar bunga keluar serempak.
- Biotonik, booster, enzim, asam amino, dan pupuk bisa dibuat sendiri. Mulai fermentasi jauh hari karena sebagian butuh 3 bulan.
Mulai buat amunisi jauh hari
Sebagian amunisi butuh fermentasi berbulan-bulan. Mulai dari yang paling lama agar semuanya siap tepat saat dibutuhkan.
- Enzim gabunganMinimal 3 bulan · dipakai: semai hari ke-3Mulai paling lambatH-108
- Asam amino3 bulan · dipakai: setelah stres semaiMulai paling lambatH-97
- BiotonikMinimal 3 minggu · dipakai: fase vegetatif, tiap 10 hariMulai paling lambatH-11
- Booster bunga dan buahMinimal 3 minggu · dipakai: setelah pruning keduaSiapkan sebelum dipakai
- Pupuk vegetatifMinimal 18 hari · dipakai: sehari sebelum tanamMulai paling lambatH-19
- Pupuk generatifMinimal 18 hari · dipakai: setelah pruning keduaSiapkan sebelum dipakai
- PerekatLangsung pakai · dipakai: setiap semprotanSiapkan sebelum dipakai
Jadwal singkat
H0 adalah hari bibit ditanam di bedengan. H-26 berarti 26 hari sebelum tanam.
- H-26Bentuk bedengan, tabur pupuk kandang, kocor H2O2Olah lahan
- H-22Rendam benih dalam ekstrak bawang, peramPerlakuan benih
- H-21Kocor QRR21, tutup mulsa. Benih masuk media semaiOlah lahan
- H-18Semprot enzim tipis ke semaianSemai dan benih kebal
- H-14Semprot mikoriza sampai media basahSemai dan benih kebal
- Daun 4Stres kering 3 hari, hari ke-4 siram asam aminoSemai dan benih kebal
- H-1Kocor tiap lubang tanam ½ gelas pupuk vegetatifTanam
- H0Tanam bibit umur 21 hari, sore hariTanam
- Tiap 5 hariKocor pupuk vegetatif 200 ml per pohonNutrisi fase vegetatif
- Tiap 10 hariSemprot biotonik dengan air rendaman arang sekamAmunisi pendukung
- Senin & KamisSemprot ROMA (Senin) dan AJR (Kamis) + perekatProteksi hama, jamur, dan virus
- Daun > 4Pruning pertama, sisakan 4 daunPruning
- Bunga pertamaPruning kedua, lalu booster 3 kaliPruning
- Tiap 2 hariKocor pupuk generatif, pola 3 generatif : 1 vegetatifNutrisi fase generatif
Olah lahan
H-26 sampai H0, bersamaan dengan masa semai
Lahan dibersihkan dulu dari patogen dan logam berat, lalu diisi mikroba baik. Satu kali olah lahan cukup untuk dua musim tanam.
- Bentuk bedengan lebar 80 cm dan tinggi 20 cm, lalu tabur pupuk kandang.
- Kocor larutan H2O2 sebasah-basahnya, aduk tanah, lalu kocor lagi.
- Diamkan 5 hari.
- Kocor QRR21 sampai tanah basah kuyup.
- Tutup mulsa dan diamkan 3 minggu. Masa ini dipakai untuk menyemai.
| Pupuk kandang | 2 karung per 10 m bedenganJenis bebas, paling bagus kotoran ayam |
|---|---|
| H2O2 50% | 1 gelas per 20 liter airDikocor, bukan disemprot |
| QRR21 | 1 botol (500 ml) untuk 1 hektarKembangkan dulu menjadi 10 liter dengan gula dan kentang |
Kenapa begini?
- Dolomit tidak dipakai. Menaikkan pH satu tingkat butuh sekitar 1 ton dolomit per hektar, sedangkan QRR21 yang dikocor sudah cukup memperbaiki tanah.
- Olah lahan adalah biaya terbesar, karena itu satu kali olah dipakai untuk dua musim.
Perlakuan benih
H-22, sehari sebelum masuk media semai
Benih dibersihkan dan dibangunkan dengan ekstrak bawang ditambah H2O2. Benih yang tidak bernas akan mengambang dan langsung dibuang.
- Blender bawang merah dan bawang putih dengan air kelapa, diamkan 6 jam, lalu saring.
- Larutkan H2O2 dalam 500 ml air, lalu campur dengan ½ liter ekstrak bawang sehingga total 1 liter.
- Encerkan 1 bagian larutan dengan 10 bagian air. Larutan pekat membakar benih cabai.
- Rendam benih 5 menit, lalu tumpahkan sekaligus ke saringan. Buang benih yang tetap mengambang.
- Peram benih di tisu lembap sampai titik tumbuhnya terlihat.
| Bawang merah + bawang putih | 10 + 10 siung |
|---|---|
| Air kelapa | 1 literKelapa dibuka saat itu juga |
| H2O2 50% | 10 ml dalam 500 ml air |
| Lama rendam | 5 menitLebih lama justru memperlambat tumbuh |
Kenapa begini?
- H2O2 saja hanya membersihkan. Ekstrak bawang yang mendongkrak daya tumbuh benih.
Semai dan benih kebal
H-21 sampai H0 (bibit umur 21 hari)
Selama 21 hari di persemaian, bibit dilatih agar kebal penyakit tanah: enzim, lalu mikoriza, lalu stres kering singkat.
- Siapkan media steril setebal 4-5 cm. Buat alur sedalam 1 cm tiap 5 cm, letakkan biji berjarak 5 cm, lalu tutup.
- Hari ke-3 setelah semai: semprot enzim, kabut tipis.
- Hari ke-7: semprot mikoriza sampai media basah.
- Saat daun sudah empat: jangan disiram 3 hari sampai bibit setengah layu, belum mati.
- Hari ke-4 sesudahnya: siram dengan asam amino sebagai pengganti air.
| Media semai | Tanah saja, atau tanah : kohe : arang sekam = 4 : 1 : 1Disterilkan dulu, arang sekam bukan sekam mentah |
|---|---|
| Waktu semprot | Pagi sebelum jam 9 atau soreJangan saat terik atau hujan |
| Mikoriza cair | Disemprot sampai media basahTakaran per tangki masih kami pastikan |
Amunisi buat sendiri
Kenapa begini?
- Mikoriza yang sudah menginfeksi akar menjadi perisai terhadap bakteri, jamur, dan virus dari tanah. Stres kering memaksa akar mencari air sehingga makin kuat.
Tanam
H0, sore hari
Bibit umur tepat 21 hari, sekitar empat daun, ditanam dua baris zig-zag. Pola ini membuat kocor dan petik lebih mudah.
- Sehari sebelum tanam, kocor tiap lubang tanam dengan ½ gelas pupuk vegetatif.
- Tanam sore hari. Pegang bibit pada daunnya, bukan batangnya.
- Buat dua baris zig-zag: 20 cm dari tepi bedengan, jarak dalam baris 50 cm.
- Tidak perlu ajir. Tajuk dua baris akan saling mengait dan menopang.
| Umur bibit | 21 hari, sekitar 4 daun |
|---|---|
| Jarak tanam | 50 cm dalam baris, 2 baris zig-zagBedengan 80 cm, 20 cm dari tepi |
| Pupuk lubang tanam | ½ gelas pupuk vegetatif per lubangSehari sebelum tanam |
Amunisi buat sendiri
Kenapa begini?
- Pemetik dibayar per kilo. Dengan dua baris, tidak ada baris tengah yang sulit dijangkau.
Nutrisi fase vegetatif
Sejak tanam sampai bunga pertama
Yang dirapatkan adalah interval, bukan dosis. Kepekatan tetap, pemberian lebih sering.
- Kocor pupuk vegetatif 200 ml per pohon setiap 5 hari.
- Jaga kepekatan larutan di 3.000 ppm. Jangan menaikkan dosis.
- Semprot biotonik tiap 10 hari, dilarutkan dengan air rendaman arang sekam.
| Pupuk vegetatif | 200 ml larutan per pohon, tiap 5 hariKepekatan 3.000 ppm |
|---|---|
| Biotonik | Semprot tiap 10 hariPelarut: air rendaman arang sekam |
Amunisi buat sendiri
Kenapa begini?
- Pemupukan seminggu sekali membuat tanaman rentan. Interval 5 hari menjaga pasokan hara tetap stabil tanpa risiko kelebihan dosis.
Nutrisi fase generatif
Setelah pruning kedua (bunga pertama) sampai akhir panen
Saat berbunga, kebutuhan nutrisi naik dua kali lipat. Interval dirapatkan menjadi 2 hari dan diselingi pupuk vegetatif agar tanaman berumur panjang.
- Kocor pupuk generatif setiap 2 hari dengan kepekatan tetap 3.000 ppm.
- Pakai pola 3 : 1, yaitu tiga kali generatif lalu satu kali vegetatif, berulang.
- Saat musim hujan, tambahkan kocor fermentasi P tunggal dan K tunggal dengan perbandingan 2 : 3.
| Pupuk generatif | Kocor tiap 2 hariKepekatan 3.000 ppm |
|---|---|
| Pola umur panjang | 3 generatif : 1 vegetatif |
| Musim hujan | P tunggal : K tunggal = 2 : 3Mengimbangi nitrogen dari air hujan |
Amunisi buat sendiri
Kenapa begini?
- Tanpa pola 3 : 1, cabai biasanya habis setelah sekitar 5 kali petik.
- Bunga rontok saat hujan dipicu nitrogen dari air hujan. P dan K tunggal mengimbanginya.
Amunisi pendukung
Sepanjang musim, sesuai jadwal masing-masing
Empat amunisi bisa dibuat sendiri dari bahan dapur dan kebun. Biotonik untuk pertumbuhan, booster untuk bunga, asam amino dan enzim untuk pemulihan.
- Biotonik: tiap 10 hari selama fase vegetatif, dilarutkan dengan air rendaman arang sekam.
- Booster: 3 kali setelah pruning kedua, lalu diulang saat buah masih hijau.
- Asam amino: siraman setelah stres semai, dan hari ke-3 saat pemulihan.
- Enzim: hari ke-3 semai, dan hari ke-4 saat pemulihan.
Amunisi buat sendiri
- Biotonik · Pertumbuhan50 ml per tangki 15 liter, semprot kabutResep
- Booster bunga dan buah · Bunga serempakMulai 50 ml per tangki, cabai boleh sampai 100 mlResep
- Asam amino · Pemulihan10 ml per tangkiResep
- Enzim gabungan · Pemulihan100 ml per tangki 15 literResep
- Air rendaman arang sekam · PelarutDipakai murni sebagai pengganti airResep
Kenapa begini?
- Tanpa booster, bunga tidak keluar serempak. Panen jadi tersebar dan biaya petik membengkak.
Proteksi hama, jamur, dan virus
Rutin tiap Senin dan Kamis, ditambah urutan pemulihan saat tanaman sakit
Semprotan rutin mencegah lebih murah daripada mengobati. Semprot dari bawah ke atas, karena kutu bersembunyi di balik daun.
- Senin: semprot ROMA. Kamis: semprot AJR. Keduanya selalu dengan perekat.
- Semprot dari bawah ke atas dengan sprayer kabut. Lubang mulsa ikut disemprot.
- Bila tanaman sudah sakit: hari 1 AJR pagi dan ROMA sore, hari 2 biotonik, hari 3 asam amino, hari 4 enzim. Booster dilarang selama pemulihan.
- Bila daun keriting atau menguning karena virus: bereskan kutu dan trips dulu, lalu biotonik, asam amino, booster (bila sudah berbuah), dan enzim, satu per hari. Ulangi tiap 3 hari sampai tiga kali.
| Jadwal rutin | Senin ROMA, Kamis AJRWajib dengan perekat |
|---|---|
| Pemulihan | H1 AJR + ROMA, H2 biotonik, H3 asam amino, H4 enzimPakai air rendaman arang sekam |
Amunisi buat sendiri
Kenapa begini?
- Saat terik, kutu bersembunyi di lubang mulsa dan balik daun. Semprotan kabut dari bawah menjangkau semua lekukan.
Pruning
Dua kali: saat daun lebih dari 4, dan saat bunga pertama muncul
Cabai berbuah di ketiak daun. Jumlah cabang baru sama dengan jumlah daun yang disisakan, jadi pruning menentukan banyaknya buah.
- Pruning pertama: saat daun lebih dari 4, potong pucuk dan sisakan 4 daun.
- Pruning kedua: saat bunga pertama muncul, buang bunganya dan potong sekitar 1 cm semua ujung pucuk. Hasil paling bagus bila daun sudah lebih dari 20.
- Lakukan selalu setelah jam 10 pagi.
- Setelah pruning kedua, berikan booster agar bunga keluar serempak.
| Pruning pertama | Sisakan 4 daun |
|---|---|
| Pruning kedua | Buang bunga pertama, potong ±1 cm semua pucuk |
| Jam | Setelah jam 10 pagiPagi hari pucuk rentan jamur dan tunas keriting |
Amunisi buat sendiri
Kenapa begini?
- Pruning sekali menghasilkan sekitar 200-300 bakal buah pertama. Pruning dua kali bisa sekitar 700.
Panen
Petik bertahap selama buah matang
Dua langkah sebelumnya menentukan hasil panen: booster membuat buah matang serempak, dan pola 3 : 1 membuat tanaman terus berbuah.
- Petik dari dua sisi bedengan. Dengan dua baris zig-zag, semua tanaman terjangkau tanpa masuk ke tengah.
- Lanjutkan pola 3 generatif : 1 vegetatif selama masa petik.
- Ulangi booster saat buah berikutnya masih hijau.
Kenapa begini?
- Satu kali olah lahan dipakai untuk dua musim. Setelah panen, bedengan dan mulsa bisa langsung dipakai lagi.
Resep amunisi buat sendiri
Semua bahan mudah didapat dari dapur, kebun, dan pasar. Ketuk nama resep untuk membuka bahan dan langkahnya.
Enzim gabunganPemulih tanaman dan pembuka serapan haraHasil 20 liter · Jadi: minimal 3 bulan
| Nanas, pepaya, semangka, mangga, pisang kepok, semuanya muda | Masing-masing 1 kgKulit dan biji ikut dipakai, biji mangga dibuang |
|---|---|
| Gula aren | 1 kgDirebus menjadi 10 liter air gula |
| Garam dapur murni | 1 onsBukan garam berbumbu |
| Jagung muda (baby corn) | 10 buah (±¼ kg) |
| Air cucian beras segar | 10 literTanpa air kelapa |
- Sterilkan semua bahan seperti resep biotonik.
- Blender tiap buah satu per satu sampai seperti jus, baru digabung.
- Tutup rapat dan fermentasi minimal 3 bulan.
- Tiap 6 bulan beri makan gula sebanyak 1/100 volume (100 liter enzim, 1 liter air gula).
Tanda jadi: Bila berbau bangkai, enzim sudah mati.
Cara pakai: 100 ml per tangki 15 liter
Belum sempat membuat? Ada versi siap pakai.
Asam aminoPenguat dan pemulih setelah tanaman stresJadi: 3 bulan
| Sidat, belut, atau lele | 1 kgBuang jeroan dan tulang |
|---|---|
| Telur | 3 bebek, 6 ayam kampung, atau 12 ayam ras |
| Bawang putih | 1 ons |
| Nanas atau pepaya muda | 1 buah sekepalan (±3 ons)Nanas madu jangan |
| Air kelapa + air cucian beras | 1 liter + 1 liter |
| Gula aren | ¼ kgDilarutkan dengan 1 gelas air mendidih, didinginkan |
- Kukus ikan dalam plastik terikat 1 jam. Ambil daging, sumsum, kepala, dan cairannya.
- Rendam buah utuh dalam air panas sampai dingin, lalu blender bersama kulitnya.
- Blender semua bahan dengan air kelapa dan air cucian beras, tanpa tambahan air.
- Masukkan larutan gula, tutup rapat dengan ruang kosong 10%, fermentasi 3 bulan.
Tanda jadi: Bila hasilnya berlapis tiga, dua lapisan bawah berarti menjadi POC.
Cara pakai: 10 ml per tangki
Belum sempat membuat? Ada versi siap pakai.
BiotonikPerangsang akar, batang, dan daunHasil 20 liter · Jadi: minimal 3 minggu
| Kecambah kacang hijau umur 2 hari | 5 kg |
|---|---|
| Bayam atau kangkung | 1 kgDitimbang dengan batangnya |
| Daun kelor segar | ¼ kg |
| Telur bebek | 3 butirWajib telur bebek |
| Lidah buaya | 1 kgBerikut kulitnya |
| Penyedap rasa (MSG) | 1 onsAngka ini masih kami pastikan |
| Air kelapa segar | Minimal 10 literPaling lama 1 jam sejak dibuka |
| Gula aren | ½ kgDirebus dengan sedikit air |
| Air matang | Sampai total 20 liter |
- Cuci semua bahan, lalu semprot alkohol 70%. Telur cukup dicuci air sabun.
- Rebus gula aren dengan sedikit air, dinginkan.
- Blender semua bahan dengan air kelapa sampai halus, campurkan, tambah air matang sampai 20 liter.
- Tutup rapat dan fermentasi minimal 3 minggu. Jangan memakai QRR atau molase.
Tanda jadi: Wangi, pH 7-9. Bila berbau daun busuk atau pH sekitar 4, berarti gagal.
Cara pakai: 50 ml per tangki 15 liter, semprot kabut
Belum sempat membuat? Ada versi siap pakai.
Pupuk vegetatifNutrisi utama fase pertumbuhan daun dan batangHasil 100 liter · Jadi: minimal 18 hari
| Sumber N tunggal (urea dan sejenisnya) | 5 bagian NContoh kadar 46%: 100 ÷ 46 × 5 ≈ 10,9 kg |
|---|---|
| Sumber P (mis. SP36) | 3 bagian P100 ÷ 36 × 3 ≈ 8,3 kg |
| Sumber K (mis. KCl) | 2 bagian KKadar 50%: 100 ÷ 50 × 2 = 4 kg |
| Pupuk mikro lengkap | 2 kg |
| Kalsium (Ca) murni | 2 bagianBukan CaCl |
| Magnesium (Mg) murni | 1 bagianBukan MgSO4 |
| Daun kelor + kulit pisang matang | 1 kg + 1 kg |
| Air kelapa : air cucian beras | 60 liter : 40 literAir kelapa jangan kurang dari 60% |
| Gula | 1 kg |
| Mikroba QRR Decomposer yang sudah dikembangkan | Minimal 1 gelas (±250 ml)Kembangkan: 500 ml QRR Decomposer + 1 kg gula + 1 kg kentang rebus diblender + 9 liter air |
- Hitung tiap bahan N, P, dan K dengan rumus: 100 ÷ kadar (%) × jumlah bagian = kg.
- Pastikan mikroba QRR Decomposer sudah aktif sebelum sumber N dimasukkan.
- Campur semua bahan dalam air kelapa dan air cucian beras, lalu tutup rapat dengan plastik dan karet.
- Diamkan minimal 18 hari. Setelah itu buka 1-2 jam, tutup lagi, dan ulangi tiap 18 hari.
Tanda jadi: Angka TDS naik dari satuan ppm ke angka yang sama dalam satuan ppt.
Cara pakai: Kepekatan maksimal 3.000 ppm saat dikocor atau disemprot
Belum sempat membuat? Ada versi siap pakai.
Booster bunga dan buahPenyerempak bunga dan buahHasil 20 liter · Jadi: minimal 3 minggu
| Sawo matang atau jambu biji merah matang | 5 kg atau 15 kg |
|---|---|
| Bawang putih | ¼ kg |
| Telur | 5 bebek, 10 ayam kampung, atau 20 ayam ras |
| Susu murni cair atau susu formula | 1 liter atau 250 gram |
| Udang hidup, jenis apa saja | 1 kgBuang kotorannya, kepala ikut dipakai |
| Penyedap rasa (MSG) | 25 gramAngka ini masih kami pastikan |
| Gula aren | ½ kg |
| Air | 10 liter air kelapa + 10 liter air cucian berasAtau 20 liter air cucian beras |
- Sterilkan bahan seperti resep biotonik. Bersihkan udang selagi masih hidup.
- Blender semua bahan sampai halus.
- Tutup rapat dan fermentasi minimal 3 minggu.
Cara pakai: Mulai 50 ml per tangki, cabai boleh sampai 100 ml
Belum sempat membuat? Ada versi siap pakai.
Pupuk generatifNutrisi fase bunga dan buahHasil 100 liter · Jadi: minimal 18 hari
| N : P : K | 1 : 3 : 5 bagianDihitung dengan rumus yang sama seperti pupuk vegetatif |
|---|---|
| Boron murni | 1 kgKadar 48%: sekitar 2,1 kg |
| Air | 100 liter air cucian berasTanpa air kelapa |
| Bahan lain | Sama dengan pupuk vegetatif |
- Buat seperti pupuk vegetatif, dengan perbandingan N : P : K = 1 : 3 : 5, ditambah boron, dan memakai air cucian beras saja.
Cara pakai: Kepekatan maksimal 3.000 ppm
Belum sempat membuat? Ada versi siap pakai.
PerekatAgar semprotan menempel dan tidak lunturHasil Sekitar 4 liter · Jadi: langsung pakai
| Sabun cuci piring cair | 1 liter |
|---|---|
| Minyak goreng | 2 liter |
| Lidah buaya | 1 kgAngka ini masih kami pastikan (½ atau 1 kg) |
| Daun sirih (opsional) | 41 lembarAgar bisa menembus lapisan lilin daun |
- Bagi bahan menjadi 4 porsi seimbang.
- Blender tiap porsi sampai menjadi busa keputihan.
- Uji: semprot ke daun lalu siram air. Bila air langsung lenyap seperti di daun talas, perekat berhasil.
- Bila mengendap atau terpisah, aduk lagi sebelum dipakai.
Cara pakai: 50-100 ml per tangki, di setiap semprotan
Belum sempat membuat? Ada versi siap pakai.
Air rendaman arang sekamPelarut biotonik dan semua semprotan pemulihanHasil 1.000 liter · Jadi: 1 jam sampai sehari
| Sekam mentah | 4 karungDibakar menjadi ±1 karung arang hitam, bukan abu |
|---|---|
| Air | 1.000 liter (±5 drum) |
- Bakar sekam sampai menjadi arang hitam, siram selagi masih hitam.
- Masukkan arang ke karung yang dilubangi, lalu rendam dalam air.
- Tutup wadah dan jangan sampai terkena hujan.
Cara pakai: Dipakai murni sebagai pengganti air
ROMARamuan pengendali hama
Belum sempat membuat? Ada versi siap pakai.
AJRRamuan anti jamur
Belum sempat membuat? Ada versi siap pakai.
Yang berubah dari cara sebelumnya
Cara terbaru yang berlaku, kecuali disebut cara lama masih boleh.
Pupuk kandang per 10 m bedengan
Dulu1 karung + TSP 1 kg + KCl 1 kg + boron
Sekarang2 karung, tanpa pupuk kimia dasar
Sterilisasi lahan
DuluROMA + limbah karbit, lalu QRR + Trichoderma; pH dijaga dengan dolomit
SekarangH2O2, jeda 5 hari, lalu QRR21. Tanpa dolomit
Mulsa didiamkan
Dulu14 hari
Sekarang3 minggu, bersamaan dengan masa semai
Umur pindah tanam
DuluSekitar 20 hari
SekarangTepat 21 hari, sore hari
Jarak tanam
DuluZig-zag pola "balak lima", 30-35 cm, pakai ajir
Sekarang2 baris zig-zag, 50 cm, tanpa ajir
Ditinggalkan karena pemeliharaan dan petik lebih sulit.
Pruning
DuluSekali di 22 HST, sisakan 2-4 daun
SekarangDua kali: sisakan 4 daun, lalu saat bunga pertama
Interval pupuk
DuluSeminggu sekali, dosis dinaikkan bertahap
SekarangVegetatif 5 hari, generatif 2 hari, kepekatan tetap 3.000 ppm
Seminggu sekali membuat tanaman rentan.
Proteksi rutin
DuluROMA seminggu sekali, arah atas ke bawah
SekarangSenin ROMA, Kamis AJR, dari bawah ke atas, sprayer kabut
Yang masih kami pastikan
Bagian berikut akan diperbarui setelah ada hasil uji. Bila ragu, tanyakan ke admin lewat WhatsApp.
- Volume larutan QRR21 per bedengan. Takaran yang ada adalah 1 botol untuk 1 hektar setelah dikembangkan menjadi 10 liter, berbeda dengan takaran semprot di label botol.
- Interval booster setelah pruning kedua: 3 hari berturut-turut atau berselang 3 hari.
- Takaran kocor P dan K tunggal saat musim hujan, serta cara membuat fermentasinya.
- Umur petik pertama dan perkiraan hasil per pohon untuk pola ini.
- Takaran mikoriza untuk semai: label botol 50 ml per tangki, sumber lain menyebut 3 tutup.
