Gejala
Retak buah tomat, yang juga dikenal dengan dehidrasi atau deformasi buah, terlihat ketika buah tomat berkembang tetapi kulitnya tidak bisa mengimbangi pertumbuhannya, menyebabkan pecahnya kulit. Retakan ini dapat muncul pada permukaan buah dalam bentuk garis-garis atau bercak yang dapat meluas dan memperburuk kualitas buah. Retakan pada buah biasanya terjadi setelah hujan lebat atau perubahan kondisi cuaca yang drastis, ketika tanaman mengalami stres akibat perbedaan antara kelembapan tanah dan kondisi cuaca yang cepat berubah. Buah yang retak lebih rentan terhadap infeksi patogen.
Rekomendasi
Untuk menangani masalah retak buah pada tomat, pemulihan kesehatan tanaman adalah kunci. Penggunaan Biotonik dapat membantu meningkatkan kesehatan tanaman secara keseluruhan dan mencegah stres tanaman, karena produk ini meningkatkan proses fotosintesis dan memperkuat struktur tanaman. Campurkan 5 ml Biotonik dalam 15 liter air dan semprotkan pada tanaman secara merata, terutama pada saat fase vegetatif. Selain itu, penggunaan Mikoriza sebanyak 50 ml per 15 liter air dapat membantu tanaman mempertahankan kelembapan akar yang seimbang, sehingga mengurangi potensi stress yang menyebabkan retakan pada buah. Pemeliharaan kelembapan tanah yang konstan dan penghindaran kekeringan juga penting untuk mencegah kerusakan pada buah.
Penyebab
Penyebab utama retak buah tomat adalah perubahan drastis dalam kelembapan tanah, seperti setelah hujan deras yang diikuti oleh periode kekeringan. Ketika tanah kering terlalu cepat setelah hujan, tanaman tomat mengisap air terlalu cepat, menyebabkan pertumbuhan buah yang terlalu cepat sementara kulit buah tidak dapat mengimbanginya, sehingga pecah. Faktor lain termasuk ketidakseimbangan unsur hara dalam tanah, terutama kalium yang berperan penting dalam pengaturan keseimbangan air di dalam tanaman.
Pencegahan
- Pastikan tanaman mendapatkan kelembapan tanah yang stabil, terutama selama perubahan cuaca.
- Terapkan pengairan secara teratur dan merata untuk menjaga kelembapan tanah yang konsisten.
- Gunakan mulsa untuk mengurangi penguapan air dan mempertahankan kelembapan tanah.
- Aplikasikan Biotonik secara teratur untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap stres.
- Hindari pemupukan berlebihan yang dapat mempercepat pertumbuhan tanaman secara tidak seimbang.